Senin, 21 Januari 2013

Bareng jakwir

 





setiap hari setiap jam setiap menit setiap detik hampir bersama sama bareng teman deket atau sering di sebut juga dengan JAKWIR :) yang terdiri dari Mia paramita , Lutfiah nm , febri dwi r , Astri dian P , Mulyanah , Elin P , Deri putri A ,
Apalagi saya satu kelas bersama mia , upi , pepep setiap hary becanda bersama , makan bareng jajan bareng dll , jam pertama di kelas XII IPS yaitu mata pelajaran nya bu nurjanah , pelajaran yang begitu di takuti oleh sebagian siswa , pelajaran berlangsung dengan suasana yang agak menegangkan .
Begitu mata pelajaran bu nurjanah selesai semua anak-anak bisa bernafas lega dan di lanjutkan dengan jam mata pelajaran selanjut nya .





Selasa, 13 November 2012

HIKMAH BERKURBAN
 
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

Senin, 01 Oktober 2012

HIKMAH RAMADHAN

Ada satu perbedaan yang menyolok antara Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan kita para umatnya yang hidup dijaman sekarang ini yakni soal menyikapi amal shaleh.
Rosulullah SAW dan para sahabat melihat amal shaleh adalah sebuah peluang dan kesempatan yang besar yang tak ternilai harganya sehingga saat-saat kehilangan peluang tersebut mereka merasa sangat sedih karena mereka masih merasa belum optimal dalam mengisi peluang amal shaleh tsb. Sehingga tidaklah heran, manusia pilihan sekaliber Nabi Muhammad SAW yang sudah dijamin masuk surga dan dihapuskan segala dosanya masih rajin menunaikkan sholat malam, demikian juga para sahabatnya.
Lalu bagaimana dengan kita yang belum ada apa-apanya?
Dalam menyongsong berakhirnya bulan Ramadhan Rosulullah dan para sahabatnya menumpahkan kesediahan yang amat dalam karena akan berlalunya sebuah kesempatan yang sangat besar untuk mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Sehingga banyak diantara mereka menangis, takut, khawatir, kalau-kalau ditahun berikutnya tidak bisa lagi bertemu dengan bulan Ramadhan.
Lalu bagaimana dengan kita umatnya yang sekarang ini ?
Aneh tapi nyata, itulah yang terjadi ditengah umat Nabi Muhammad SAW sekarang ini. Kalau dulu Nabi dan para sahabatnya begitu sedih mengakhiri Ramadhan, kita umatnya yang sekarang malah merasakan kegembiraan yang amat sangat dalam meninggalkan bulan Ramadhan. Kita seakan merasa bebas dari kekangan yang membatasi dari makan, minum, bicara dan bergaul bebas. Kita seakan-akan sudah merasa cukup banyak beramal di bulan Ramadhan. Akibatnya banyak diantara kita, pasca Ramadhan kembali tenggelam dalam lautan dosa dan kemaksiatan, kembali lagi pada keadaan sebelum ramadhan. Sehingga hasil pendidikan masuk madrasah Ramadhan selama satu bulan penuh tidak membekas sama sekali. Inilah orang-orang yang rugi.
Kalau dulu Rosul dan para sahabat sangat sibuk sekali beribadah dan beri’tikaf ketika diakhir Ramadhan, kita umatnya yang sekarang diakhir-akhir Ramadhan juga ikut sibuk, tapi sibuk ngurusi persiapan lebaran, sibuk nanti lebaran pakaian model apa, sibuk ngurusin kue-kue lebaran, sibuk mempercantik rumah nanti banyak tamu yang melihat, sehingga meninggalkan ibadah yang seharusnya dijadikan prioritas utama.
Kalau dulu dalam mengakhiri Ramadhan, Rosul rajin i’tikaf di masjid, kita umatnya mengakhiri Ramadhan , pagi-pagi buta sudah sibuk dipasar ngurusin belanja.
Memang tidak dilarang, berbelanja, ngurusin pakaian lebaran, kue-kue lebaran dsb, tapi yang lebih penting dari semua itu yakni dalam mengakhiri Ramadhan kita semakin memanfaatkan kesempatan yang baik untuk beramal dan merenungi diri dihadapan Allah SWT.
Dalam mengakhiri ramadhan, alangkah baiknya kalau kita tidak bosan-bosannya mengoreksi dan memantau kembali diri kita. Sudah seberapa jauh tenaga, pikiran, dan perasaan kita untuk menghidupkan ramadhan. Bagaimana target amalan-amalan kita yang sudah kita canangkan dan sejauhmana tingkat keberhasilan ibadah kita, bagaimana sikap istiqomah kita dalam menjaga amalan-amalan Ramadhan ? semuanya kita jawab dengan jujur oleh hati kita masing-masing.
Semangat ramadhan haruslah kita pelihara walaupun nanti ramadhan telah berakhir. Ini yang harus kita jaga dan kita wariskan kepada anak-anak kita. Begitu banyak pendidikan yang ada dalam madrasah ramadhan bagi kita umat Islam. Oleh karena itu marilah kita pelihara nilai-nilai istiqomah dalam iman, ibadah dan amal shaleh. Inilah semangat ramadhan dalam mengakhiri ramadhan.
Mudah-mudahan kita dan keluarga kita senantiasa diberi kesabaran untuk menjaga semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam bulan suci ramadhan. Semoga amal ibadah kita selama ini diterima disisi Allah SWT dan dicatat sebagai amal shaleh yang akan kita nikmati nanti diakherat. Mudah-mudahan kita bisa bertemu pada bulan ramadhan.
Rasa syukur yang tak terhingga kita panjatkan kepada Sang Pencipta alam semesta dan seisinya ini karena berkat kemurahan-Nyalah kita bisa melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan ini. Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita sama-sama merenungi kembali bagaimana ibadah puasa kita selama 15 hari ini. Apakah puasa kita tahun ini lebih baik atau sebaliknya dari tahun-tahun yang telah kita lalui.
Salam dan shalawat kita limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW karena beliaulah yang telah membawa kita umatnya dari alam jahiliyah ke alam islamiyah, mengubah kaum yang biadab menjadi kaum yang beradab, mereformasi kaum yang ingkar menjadi kaum yang bertauhid. Begitu besar pengorbanan beliau sehingga sampai akhir hayatnya kita umatnya masih diingat dalam kalbu sucinya. Semoga Allah SWT selalu memelihara nur Muhammad.

Senin, 24 September 2012

puisi untuk ibu

IBUU .. 
kau mengandung 9 bulan
sampai engkau melahirkan ku dengan susah payah
engkau merawat ku sampai aku tumbuh besar
engkau juga merawatku tanpa pamrih
dan engkau merawatku juga dengan kasih sayang

Ibu engkau mengajari ku sampai aku bisa jalan
engkau juga mengajari sampai aku bisa berbicara
ibu engkau bagaikan kan malaikat ku
dikala aku sedih engkau selalu ada menghibur ku


ibu.. aku merasa engkaulah pahlawan ku
setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk ku
ibu.. bekerja keras
untuk menafkahi ku
ibu.. terimakasuh atas pengorbananmu
yang engkau berikan kepada ku
ibuuuu ...
I LOVE YOU MOM

Senin, 10 September 2012

menengok orang sakit

suatu ketika aku menengok orang sakit yaitu temen ku sendiri , ia terkena sakit parah yaitu tumor pada kaki kiri nya . dia sakit tumur tidak terasa awal nya ia sehat tp suatu hary ia mendaak sakit tumur dan tumor nya mulai tumbuh pada kaki kiri nya .
semua keluarga nya pun berusaha untuk menyembuh kan penyakit hingga pengobatan pun ia lakukan namun supaya ia sembuh dari sakit nya hingga sampai berobat kerumah sakit baik di dalam kota maupun keluar kota , namun dokter sudah memfonis nya jalan satu-sayu nya yaitu harus di AMPUTASI .
Namun dari pihak orang tua tidak menyetujui nya dengan alasan tidak tega